Kisah Sukses Yoris Sebastian, jadi GM termuda se Asia


Kelahiran Ujung Pandang, 5 Agustus 1972, ini punya sejuta inovasi, termasuk acara "I Like Monday" di Hard Rock Cafe. Pendiri OMG Creative Consulting ini menyabet beragam penghargaan, di antaranya British Council's International Young Creative Entrepreneur, Asian Pacific Entrepreneur Award Winner (Most Promising Entrepreneurs), Young Marketers Award Winner dari IMA and Markplus, dan Future CEO to Watch dari majalah SWA. Wow!

Sekarang sedang sibuk apa?
Sedang konsentrasi di Oh My Goodness (OMG) Consulting yang saya dirikan. Saya membantu klien yang mau melakukan bisnis secara berbeda atau istilahnya ala "Oh my Goodness". Saya percaya, bisnis yang dilakukan secara berbeda punya peluang sukses lebih besar ketimbang yang dilakukan secara biasa.

Bisa kasih contoh?
Yang terbaru adalah konsep Plaza FX di Jalan Sudirman. Kami konsultannya. Yang ingin kami tonjolkan adalah keunikan. Karena kalau FX mau bersaing dengan Plasa Senayan atau Senayan City, susah. FX kan size-nya kecil. Tapi selama dia punya keunikan, enggak masalah. Salah satunya kami bikin 12 ruang meeting. Kami juga sediakan 3 bus keliling sepanjang Sudirman dan SCBD selama jam kerja. Perjalanan bus bisa dicek lewat SMS. Jadi, lebih simple dan menolong kapasitas parkir FX yang kecil.

Kadang-kadang, dalam bisnis orang ingin semuanya. Padahal, sekarang eranya enggak bisa begitu. Harus punya ciri sendiri. Core segmen FX adalah orang-orang kantoran di daerah Sudirman. Nah, sekarang FX ramai banget. Itu membuktikan, selama kita punya konsep yang kuat dan unik, tapi tetap dengan perhitungan, harusnya kita juga bisa.

Jadi, lebih ke konsep bisnis ya?
Kurang lebih yang saya lakukan adalah membuat sesuatu yang tidak lazim. Jadi sekarang larinya sih lebih ke bussiness innovation concept. Orang sering nanya, "Kamu event organizer ya?" Saya bilang, saya bukan event organizer tapi event consultant. Saya lebih melakukan inovasi bisnis, tapi disesuaikan dengan karakter klien.

Kalau klien biasa pakai baju biru, jangan disuruh pakai baju oranye. Tetap pakai baju biru, tapi birunya diapain begitu. Jadi, OMG selalu bilang bahwa orang boleh berpikiran out of the box, tapi jangan out beneran. Eksekusinya tetep harus inside the box.

OMG seperti creative event planner. Contohnya Black Innovation Awards (BIA). Saya bilang, kalau bisa dikasih kesempatan lebih banyak kepada yang muda, saya yakin Indonesia bisa dapat lebih berkembang. Saya juga bisa berkembang karena ketika muda saya memperoleh banyak penghargaan. Nah, sekarang saya give it back lagi ke angkatan yang lebih muda, dengan membuat banyak awards.

Jadi konsultan apa lagi?
Selain jadi konsultan BIA, saya juga jadi konsultan untuk International Young Creative Entrepreneur Awards yang diadakan British Council, yang pernah saya menangi tahun 2006 di Inggris. Istilahnya saya naik pangkat terus. Tahun 2006 jadi peserta dan menang, tahun kedua jadi juri, tahun ketiga jadi event consultant.

Saya bantu di marketing dan sponsorship mereka. Supaya 2 tahun lagi kita bisa ngirim 8-10 orang. Saya sekarang mencari perusahaan yang punya visi yang sama supaya bisa membantu pendanaan. So far lumayan sih. Beberapa perusahaan mulai mendukung.

Apa lagi yang tengah Anda lakukan?
Banyak proyek yang "seksi dan seru" yang sedang kami garap. Dulu misalnya, saya bikin BC Bar. Itu bar pertama kali di Jakarta yang hanya buka Jumat dan Sabtu, tapi kok bisa menguntungkan. Orang kan bingung. Lho, kalau saya buka setiap hari enggak unik kan? Kalau buka Jumat dan Sabtu, orang malah penasaran. Malah saya ada ide bikin restoran yang enggak ada menunya. Tapi belum ada klien yang berani. He-he.

Omong-omong, kenapa sih namanya Oh My Goodness?
Saya sudah belasan tahun mencoba dan melakukan inovasi. Makanya ketika cari nama untuk perusahaan, saya enggak mau pakai nama sendiri. Saya ingin anak buah saya juga maju. Jadi saya bikin Oh My Goodness. Soalnya, semua yang saya bikin rata-rata aneh atau enggak biasa, tapi profitable dan penuh perhitungan.

Saya pernah kuliah akuntansi, makanya hitung-hitungan tetap benar. Tapi, tahu enggak kuliah saya enggak selesai lo. Waktu itu saya pikir-pikir, kuliah buat cari kerja. Ini kerjanya sudah dapat dan karier bagus. Dari pada keduanya setengah-setengah, saya pilih berhenti kuliah dulu. Tapi, saya bilang ke orangtua, saya akan kuliah di Universitas Terbuka. Kalau enggak, enggak bakal boleh. Tapi saya enggak menyesal karena ilmunya sudah dapat.

Terus, setelah drop out?
Niatnya memang sekolah lagi kan. Tapi, di usia 26 tahun saya jadi GM termuda di Asia dan termuda kedua di dunia (GM Hard Rock Café). Saya tanya lagi ke orangtua, "Masih perlu gelar enggak nih? Saya sudah GM nih. Kata mereka enggak usah he-he. Namanya orangtua, selalu baik. Makanya setiap kasih seminar saya selalu bilang, orangtua selalu baik, cuma sudut pandangnya beda. Jadi jangan dilawan, tapi lakukan pendekatan. Negonya begitu. Apalagi kalau masih tinggal bareng orangtua.

Bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri?
Saya ini tidak pernah ingin berhenti berinovasi. Kalau dilihat, dari dulu sampai sekarang, setiap tahun selau ada 1-2 inovasi. Bahkan untuk kegiatan menjadi pengajar, yang saya sebut sebagai program isi bensin, saya buat yang aneh. Misalnya saya buat seminar di bioskop. Peserta ikut seminar sambil makan popcorn.

Akhirnya, saya malah mendobrak mitos bahwa guru itu duitnya enggak bagus. Dulu saya memang pernah ingin jadi guru. Sekarang, saya bisa membuat seminar yang sales-nya enggak kalah dengan menggelar event! Bedanya, event saya, ya, seminar. Dulu, di HRC saya jual makanan dan minuman sampai pagi, sekarang saya mengajar atau workshop sampai jam 5 sore, sales-nya terkejar.

Ide-ide biasanya dari mana?
Saya baca berbagai sumber, ternyata kreativitas itu adalah kebiasaan, bukan faktor turunan seperti IQ. Pakai jam misalnya, hari ini saya pakai di kiri, besok pakai di kanan. Rute ke kantor sering saya ubah-ubah. Saya pergi ke luar kota kadang pakai pesawat, kadang pakai mobil. Saya gunakan momen itu untuk melawan rutinitas. Orang-orang yang terjebak rutinitas biasanya tidak kreatif.

Sekarang lebih ekstrem lagi, di OMG saya jarang ke kantor, saya lebih suka mobile. Di kantor, saya dipanggil Invisible Boss, alias bos yang enggak kelihatan. Saya bilang, kalau saya di kantor saya akan terjebak rutinitas. Saya ke kantor hanya kalau ada rapat. Malah waktu kantor masih lebih kecil, kursi saya berikan ke orang lain saking enggak pernah kepakai.

Mungkin juga karena sejak kecil saya suka main game, walaupun tetap ada porsinya. Game membuat saya berani mengambil risiko. Jadi, benar atau enggak, dari hal-hal kecil seperti itulah kreativitas saya muncul. Waktu sekolah di Pangudi Luhur, saya sudah ikut bikin PL Fair, misalnya.

Saya selalu bilang, start small, mulailah dari hal kecil. Jangan langsung gede. Itu yang saya pelajari dari pengalaman sendiri. Dari satu, bikin I Like Monday, akhirnya mendapatkan award achievement. Dari situ muncul tantangan, masak cuma I Like Monday? Akhirnya muncul yang baru. Setelah itu saya bikin program TV, Destination Nowhere. Pergi tanpa tahu tujuan. Jadi, level kreativitas saya makin diuji terus.

Apakah sudah merasa menemukan dunia Anda?
Kalau dibilang nemu, enggak pernah tahu, ya. Dulu saya suka fotografi, saya pikir saya bakal jadi fotografer. Masuk Hard Rock, saya pikir bakal masuk dunia entertainment (Yoris juga pernah membuat IP Entertainment), sempat dapat Marketer's Award, saya pikir dunia saya di marketing.

Sebetulnya, dalam proses pencarian passion itu, yang penting kita melakukan apa yang kita suka. Juga, tetap harus bernilai ekonomis. Saya menyebutnya Happynomics. Kita mau sesuatu tapi harus ada ukuran ekonominya. Happy, tapi harus ada nilai ekonominya.

Apa yang Anda lakukan ke karyawan Anda?
Di kantor, karyawan saya harus senang knowledge, harus senang baca. Nah, tiap minggu kita membuat sharing session, membahas buku yang habis dibaca bergantian. Sekretaris juga ikut. Dengan banyak knowledge, akan banyak inspirasi, jadinya banyak inovasi. Visi kita adalah, senang knowledge, inovation, achievement. Kalau itu jalan, nantinya enggak harus bergantung ke saya, bisa jalan senidiri.

Dari sekian inovasi, mana yang paling menantang?
I Like Monday. Karena posisi saya waktu itu enggak tinggi-tinggi banget. Yang kedua, saya melawan banyak orang. Di HR itu kan terkenal karena penampilan band asing . Sementara saya percaya, musik lokal akan mendominasi musik industri, dan sekarang itu sudah terjadi, Untungnya argumentasi saya diterima. Pelajaran moralnya, jangan takut dengan umur. Yang penting kita punya reasonable reason. Dari situ saya dapat award banyak banget.

Ada target yang belum kesampaian?
Menikah. Walaupun target saya menikah usia 25 tahun biar usia dengan anak enggak jauh. Tapi itu tidak saya anggap sebagai kegagalan. In life we cannot win everything. Mungkin 1-2 tahun ke depan lah. Sekarang sedang konsentrasi bikin usaha sendiri. Mengalir saja.

Oh ya, saya juga sedang memunculkan minipreneur. Saya ajak ibu rumah tangga muda untuk bekerja dari rumah untuk beberapa proyek saya. Ini sekaligus mendukung program ibu menyusui. Ternyata banyak lho, yang berminat. Menjaringnya gampang, lewat Facebook. Jadi, mereka tetap dapat pemasukan tanpa harus kerja kantoran.

Kegiatan lain?
Saya paling senang travelling. Apalagi sekarang enak, punya usaha sendiri. Pacar juga punya usaha sendiri. Buat saya, travelling adalah part of seeing other cultures. Liburan buat saya bukan cari ide, tapi cari inspirasi. Apa yang kita bikin, sangat localized. Think globally, act locally. Jalan-jalan juga salah satu cara untuk nge-charge otak. Kebetulan pacar juga suka travelling.

Usaha Dan Bisnis Laundry



Bisnis laundry pakaian dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika. Bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, dimana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu.

Sementara bentuk usaha laundry dan laundry pakaian yang canggih di indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu. Dalam bahasa modern saat ini lebih dikenal dengan istilah laundry & dry clean, dimana untuk laundry pakaian dicuci menggunakan mesin cuci. Sedangkan untuk dry clean pakaian dibersihkan pakai cairan kimia khusus yang bisa membersihkan dan merontokkan kotoran di pakaian tanpa di cuci secara biasa.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga menjamur bisnis usaha laundry sejenis yang menggunakan waralaba lokal dan sistem agency yang bisa memberikan layanan dengan harga lebih terjangkau. Layanan ini yang tadinya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas, kini bisa dinikmati masyarakat kelas menengah ke bawah.

Tak berhenti sampai disitu, kombinasi antara layanan murah dengan layanan cuci-setrika tadi berkembang lebih kreatif lagi dengan munculnya laundry kiloan. Yaitu usaha laundry pakaian biasa, tapi dengan harga yang dibayarkan berdasarkan hitungan kilogram (bukan per potong pakaian).

Pertama, modal peluang usaha laundry untuk investasi yang dibutuhkan untuk lokasi penjualan (outlet tempat menerima pelanggan/ cucian), lokasi tempat mencuci, dan peralatan berupa mesin-mesin yang dibutuhkan, serta instalasi air, listrik, dan buangan air kotor.
Lokasi tempat menerima cucian dan tempat mencuci bisa dilakukan di tempat yang sama atau terpisah, mengingat dibutuhkan instalasi air yang memerlukan ruang dan biaya yang juga besar.

Adapun mesin laundry yang dibutuhkan adalah: cash register (mesin hitung uang), mesin cuci baju kapasitas besar/ industri, mesin pengering baju kapasitas besar, mesin setrika press besar, dan setrika tangan. Ini minimum standar mesin yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini. Jika jumlah cucian belum terlalu banyak, mesin press (setrika otomatis) bisa digantikan seterika tangan yang harganya jauh lebih murah.

Mesin cash register digunakan pada usaha laundry pakaian di lokasi penerima cucian untuk mencatat dan menerima transaksi keuangan. Mesin cuci dipgunakan untuk mencuci pakaian yang bisa dicuci dengan mesin biasa, sedangkan pakaian yang tak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa harus dicuci secara terpisah.

Di beberapa laundry modern, biasanya menggunakan mesin penyaring air sebelum digunakan atau mesin daur ulang air. Beberapa peluang usaha laundry modern yang lebih mewah dan mahal bisa menggunakan air minum mineral untuk mencuci pakaian pelanggan. Dibutuhkan 1 orang pekerja di tempat penerima cucian, 2 orang pekerja ditempat pencucian, 1 orang untuk mencuci, dan 1 orang lagi untuk seterika pakaian.

Dukung kampanye stop dreaming start action

Http://www.tabloidnova.com

10 Tips Memulai Bisnis Waralaba


1. Penilaian sendiri
Jujurlah pada diri sendiri. Apakah Anda sudah mendapatkan atribut yang tepat untuk membangun bisnis yang sukses? Kisah sukses dalam semalam amat jarang, tetapi lebih banyak yang memerlukan kerja keras dalam membangun bisnis. Menjalankan bisnis sendiri bisa lebih menguntungkan, namun bisa pula meminta tanggung jawab penuh terhadap konsumen, pemasok, dan karyawan.

2. Lakukan Riset
Secara common sense anda memerlukan perjalanan panjang menuju sebuah keputusan apakah waralaba yang ditaksir akan sesuai untuk Anda. Pastikan bahwa Anda melihat peluang bisnis dan Anda memiliki kecakapan tentangnya sekaligus mampu menjangkaunya.

3. Ajukan Pertanyaan
Ketika mempertimbangkan hak mendirikan waralaba, penting bagi Anda mengajukan pertanyaan sehingga Anda dapat membuat keputusan dengan pengetahuan (informed decision).

4. Bicaralah pada Terwaralaba
Penting bagi Anda berbicara kepada terwaralaba yang sudah ada. Tanyakan mengenai bantuan yang mereka dapatkan dan apakah mereka mencapai proyeksi finansial / konsultasi bisnis dengan mereka. Luangkan waktu untuk berbicara dengan beberapa terwaralaba untuk mendapatkan opini yang luas sebelum Anda membuat keputusan.

5. Dukungan keluarga
Anda akan membuthkan dukungan keluarga ketika membangun bisnis sendiri. Disarankan untuk mendiskusikan bagaimana pengaruh bekerja sendiri pada keluarga sebelum membuat komitmen. Jika anda tak mendapatkan dukungan penuh, hal ini akan menjadi kebodohan jika dilanjutkan. Karena itu libatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

6. Nasihat Profesional
Sebelum membuat komitmen berinvestasi dalam membangun bisnis waralaba, Anda seharusnya mencari nasihat dari profesional. Bank akan memberi Anda penilaian yang berharga. Jaringan bisnis konsultan dan akuntan dapat pula mengasistensi Anda dalam memproduksi rencana bisnis.

7. Rencana Bisnis
Melakukan Konsultasi Rencana bisnis memiliki tujuan ganda. Sebagai dokumen kerja yang akan menjadi bencmark kinerja bisnis Anda, sekaligus merepresentasikan dukungan finansial bagi bisnis Anda. Rencana bisnis penting disajikan dengan baik. Juga disarankan mengirimkan salinannya kepada kreditor terlebih dulu sebelum rapat yang dijadwalkan.

8. Pinjamlah dalam jumlah yang sesuai
Semakin besar Anda meminjam maka makin besar biaya yang akan ditanggung. Akibatnya Anda harus menghasilkan keuntungan yang lebih besar untuk mentupi biaya. Karena itu pinjamlah sesuai kebutuhan. Jika anda gagal mendapatkan modal dalam jumlah cukup, kemungkinan akan sulit mendekati lagi (re-approach) kreditor setelah itu untuk menjamin dana tambahan, terutama jika bisnis belum menunjukkan kinerja seperti diproyeksikan dalam membangun bisnis sendiri (Wiraswasta)

9. Cadangan Darurat
Selalu disarankan agar memiliki cadangan dana apabila bisnis memerlukan waktu lebih lama seperti diharapkan untuk take off. Rencana darurat untuk pengeluaran beberapa tahun akan sangat bermanfaat.selain itu kita juga harus sering membaca buku panduan mengenai bisnis wirausaha.

10. Ikuti Sistem
Anda berinvestasi pada model bisnis yang melelahkan, teruji, dan sudah terbukti. Karena itu penting mengikuti sistem yang dikembangkan pewaralaba untuk membuka peluang sukses bagi Anda.

"Saatnya perguruan tinggi hasilkan wirausahawan"

JAKARTA (Bisnis.com): Paradigma pengembangan perguruan tinggi nasional dinilai sudah harus diubah dari penciptaan lulusan tenaga kerja menjadi sarjana pelopor dan pencipta lapangan kerja.

Tren pengembangan perguruan tinggi di luar negeri justru mulai dominan untuk menciptakan lulusan wirausahawan, sehingga mampu memberikan dampak besar terhadap pengembangan perekonomian.

Ferdinand Saragih, dari Prodi Ilmu Administrasi Niaga Fisip Universitas Indonesia, mengatakan banyak universitas dan perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Eropa yang tidak lagi menciptakan lulusan tenaga kerja, tapi pencipta lapangan kerja.

”Perguruan tinggi di Indonesia harusnya juga mulai diarahkan menjadi pencetak sarjana wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan bukan sekedar mencari kerja,” ungkapnya dalam seminar tentang Peran Staregis School of Business Menghadapi persaingan Global di Jakarta, hari ini.

Dia menilai perubahan paradigma itu akan mampu mendorong lulusan perguruan tinggi menjadi sumber daya manusia yang produktif dengan tingkat produktiftas tinggi.

Sementara itu, Kusdi Raharjo, pengajar Universitas Brawijaya Malang, mengatakan perguruan tinggi merupakan salah satu media untuk melahirkan pelaku wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Menurut dia, wirausaha bisa juga dilahirkan melalui praktik langsung di lapangan sebagai pelaku wirausaha yang kemudian tumbuh menjadi entitas bisnis yang besar.

Akan tetapi, lanjutnya, perguruan tinggi tetap punya peran penting untuk melahirkan pengusaha yang lebih matang dan tangguh dalam perencanaan dan strategi bisnis, karena wirausaha termasuk dalam lapangan akademis yang bisa dipelajari.

Menurut Alois A. Nugroho dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Atma Jaya, lulusan PT harus disiapkan sebagai SDM multinasional yang siap berkiprah bukan hanya di korporasi domestik tapi juga multinasional dengan tingkat kompetensi tinggi.

Dia mengatakan semua itu hanya bisa dicapai bila sistem pendidikan di perguruan tinggi mampu menciptakan model dan sistem pendidikan yang mengacu pada standar SDM internasional.

Dirjen Dikti Fasli Djalal menargetkan pengajaran wirausaha sudah bisa diterapkan penuh dalam sistam pendidikan tinggi nasional dalam beberapa tahun ke depan, sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berjiwa wirausaha.(er)

Beternak Mencit (Mus musculus)

Mencit (Mus musculus) adalah anggota Muridae (tikus-tikusan) yang berukuran kecil. Mencit mudah dijumpai di rumah-rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang kecil lainnya, serta bersarang di sudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia terbanyak kedua di dunia, setelah manusia. Mencit sangat mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibuat manusia, bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit daripada yang tinggal di perkotaan.

Mencit percobaan (laboratorium) dikembangkan dari mencit, melalui proses seleksi. Sekarang mencit juga dikembangkan sebagai hewan peliharaan.

cara pemeliharaan :

memelihara mencit tidak susah,dengan modal pas-pasan kita bisa memelihara mencit.

yakni dengan menggunakan kaleng roti bekas yang di buat lubang sebagai ventilasi,bawahnya dikasih potongan kertas atau semisalnya serta di taburi gamping untuk menghilangkan bau kotorannya.

Reproduksi

hamil-melahirkan :21 hari
siap jual :setelah sapih(kurang lebih 21 hari-1 bulan)
beranak :8-9 ekor/induk
Jumlah dewasa hidup :kurang lebih 5-6 ekor/induk

Kami Jual mencit(Mus musculus)

Kami peternak mencit sejak 2009,dan kami siap mengatasi/memenuhi kebutuhan praktikum-praktikum mahasiswa,pasar-pasar hewan,pakan ular dan lain-lain dengan ketentuan harga sebagai berikut:

Menjual mencit/Tikus Putih Rp 5000/ekor

Kami siap antar luar kota/luar pulau:

Luarkota minimal pengambilan/pembelian 100 ekor

Sedangkan luar pulau minimal pengambilan/pembelian 500 ekor

Untuk pemesanan silakan hubungi di:

Hp:085655606866

Email:slagreng@yahoo.co.id

Blog:mencit2009.multiply.com


Kepuasan pelanggan adalah yang no 1 buat kami



ANALISIS USAHA PERCETAKAN


Analisis usaha Percetakan

Punya uang terbatas,tetapi ingin berbisnis percetakan,mungkinkah?Soal modal,banyak cara yang bisa dilakukan.Misalnya,kerja sama modal.meminjam di bank,atau usaha kecil sesuai yang kemudian diperbesar dengan membeli mesin-mesin cetak yang lebih besar,seiring bertambahnya keuntungan usaha.

Meskipun kini sudah memasuki era audio atau cyber,barang cetakan masih juga dibutuhkan banyak orang.Banyak hal,informasi,pengetahuan,ajakan,atau himbauan yang masih harus disampaikan melalui barang cetakan,seperti kartu nama,undangan,leaflet,poster,buletin,tabloid,majalah dan buku.

Kapasitas peralatan cetak yang anda miliki mempengaruhi kemampuan usaha anda dalam menerima order cetakan

Kiat menjalankan usaha

  • Urus perizinan

  • Cari lokasi untuk workshop,yaitu yang diperuntukan untuk pabrik agar tidak menganggu lingkungan.

  • Rancang desain seefektif mungkin,misalnya tempat untuk desain,menerima tamu,administrasi,peralatan cetak dan pendukungnya,serta penyimpanan barang cetakan,termasuk pembuangan sampah kertas dan limbahnya.

  • Cari tenaga kerja yang dapat membantu pekerjaan anda,seperti desainer grafis,tenaga administrasi dan penjual.

  • Beli peralatan cetak sesuai dengan modal atau omset yang anda targetkan.

  • Rancang konsep pemasaran,seperti papan nama usaha,spanduk,brosur dan profit usaha.

Modal usaha yang dibutuhkan

  • Peralatan cetak

  • Ruangan untuk workshop

  • Perangkat komputer desain

  • Meja dan kursi untuk bekerja

  • Gaji untuk tenaga kerja

  • Biaya operasional

Kiat menjalankan bisnis Les privat dan bimbingan belajar


Kiat menjalankan bisnis Les privat dan bimbingan belajar

  1. Cari pengajar les privat dari berbagai sumber.Diantaranya para mahasiswa yang kuliah di bidang tersebut dan bisa mengajar.lakukan screenning kepada mereka yang akan menjadi pengajar,dengan pertimbangan dapat memberikan motivasi kepada si murid serta kecakapannya dalam mengajar.

  2. Pilih tempat yang akan digunakan sebagai kantor/Sekertariat.Diutamakan yang strategis sehingga mudah di jangkau dan bisa membantu dalam pemasaran serta promosi.

  3. Urus perizinan,paling tidak izin lingkungan akan keberadaan usaha ini.

  4. Siapkan perlengkapan administrasi,seperti formulir pendaftaran bagi calon murid,daftar pengajar,sistem absensi dan sistem pembayarannya.Untuk memudahkan,ikuti saja model/sistem yang baku yang digunakan jasa pendidikan lainnya.

  5. Koordinasi dan akomodasi tenaga pengajar agar sesuai dengan staandar pengajaran dan modul yang sudah ditetapkan.Bagaimanapun usaha bimbingan belajar/les privat mengutamakan mutu/kualitas pembelajaran agar tujuan peserta tercapai.

  6. Monitor terus perkembangan usaha anda sehingga masalah kecil yang muncul dapat segera diatasi

Modal yang diperlukan

Ajak satu atau lebih orang lain untuk bergabung,baik secara modal atau keahlian.Dengan cara ini beban kerja,waktu dan modal bisa berbagi dengan orang lain.selain berbagi beban dan resiko,keuntungan pun bisa dilakukan dengan sistem bagi hasil

Modal yang diperlukan tentu saja bangunan yang digunakan sebagai kantor dan banyaknya ruang yang akan digunakan sebagai tempat belajar-mengajar(tapi bagi yang menggunakn sistem door to door, tidak memerlukan ruang untuk proses Belajar-mengajar),administrasi,ruang tamu,kamar mandi,dan tempat untuk parkir motor/mobil.selain itu,diperlukan inventaris kelengkapan belajar seperti meja,kursi,dan white board.Ada juga modal untuk operasional,diantaranya buku modul,ATK,serta gaji pengajar dan tenaga pembantu lain.

Tetapi modal utama adalah kemauan dari diri sendiri,tekad untuk sukses serta doa,yang lain bisa di siasati.